Sabtu, 03 Oktober 2020

Pembinaan Jamaah Pasca Haji

 Jamaah Haji Paskah haji  merupakan potensi yang besar dan juga merupakan kelompok masyarakat kelas menengah ke atas sejak zaman sebelum dan masa penjajahan, mereka telah menempati posisi strategis di lingkungannya baik dari sisi kedudukan sosial, sebagai panutan/tokoh masyarakat, berpengalaman dan kelebihan lain yang dimilikinya. Potensi dan posisi mereka di tengah masyarakat telah terbukti dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia mereka adalah merupakan sebuah kekuatan yang patut diperhitungkan dari segi jumlah maupun pengaruhnya. Untuk mengetahui perjalanan dari para jamaah haji pasca haji di bawah ini akan dijelaskan beberapa hal berkaitan dengan pembinaan jamaah pa haji sebagai berikut:

 

1.      Pembinaan jamaah pasca haji oleh organisasi/lembaga.

Organisasi pembinaan pasca haji diperlukan karena beberapa hal yaitu:

a.       Sebagai Wadah perhimpunan para alumni jamaah haji yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang sangat relevan untuk mengaktualisasikan potensi berhikmat kepada masyarakat dan melestarikan kemabruran Haji nya. momentum ibadah haji memiliki makna historis yang panjang tentang perjuangan mengusir penjajah, memberdayakan masyarakat dan mengisi kemerdekaan.

b.      Organisasi pasca haji yang tersebar di berbagai daerah belum terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik, sehingga efektivitas dan pemanfaatan organisasi tersebut belum sepenuhnya dapat dirasakan sebagai sarana pembinaan dan pemeliharaan kemabruran Haji titip untuk mengetahui aktivitas perjalanan pembinaan jamaah pasca haji dapat dikemukakan beberapa hal terkait dengan berdirinya organisasi tersebut sebagai berikut:

c.       Sebelum kemerdekaan, yaitu munculnya beberapa organisasi perjuangan yang didirikan oleh beberapa tokoh seperti, KH Tjokro Aminoto, KH Samanhudi, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari, serta beberapa organisasi lain yang berkiprah melakukan lobi dan memberi penjelasan tentang kemerdekaan RI kepada negara-negara Timur Tengah khususnya Arab Saudi dengan memanfaatkan penyelenggaraan haji, dimana seluruh jamaah berkumpul di Arab Saudi . data dan informasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kekhawatiran Para penjajah haji yang dapat menjadi pelopor kebangkitan perlawanan rakyat Indonesia.

d.      Setelah kemerdekaan, lembaga Paskah Haji banyak didirikan tokoh salah satunya adalah resah musyawarah kerjasama Haji pada tahun 1964 yang dipelopori oleh para pejuang untuk mencari kemudahan umat Islam dalam melaksanakan perjalanan ibadah haji. Pada tahun 1952, juga atas bantuan pemerintah telah berdiri organisasi persaudaraan haji Indonesia di Mekah yang lebih dikenal dengan nama pdhi dibentuk oleh KH matori dan kawan-kawan.

e.       Pada masa orde baru lembaga jamaah Paskah Haji atau asosiasi persaudaraan Haji semakin berkembang berdiri di ibukota provinsi membentuk wadah asosiasi Haji dengan nama yang beragam, antara lain persaudaraan Haji jamiyyatul hujjaj Raudhatul hujjaj, dan ikatan persaudaraan haji Indonesia, dan beberapa nama lainnya. kelompok persaudaraan Paskah Haji pada masa periode ini merencanakan program kegiatan yang terdiri dari tiga aspek yaitu:

1)      aspek agama, dengan bentuk kegiatan pengajian rutin, pengajian bulanan dan peringatan hari-hari besar islam.

2)      aspek ekonomi, membentuk badan usaha milik organisasi ikatan persaudaraan haji Indonesia antara lain koperasi Al Mabrur BPR-persaudaraan Haji dan majalah amanah.

3)      aspek sosial, menghimpun dana dari para jamaah pasca haji yang digunakan untuk membantu kepentingan masyarakat antara lain membangun rumah sakit Islam seperti di Klaten SMU unggulan di Bogor Jawa Barat. Selain 3 aspek tersebut aspek lain dalam bentuk program unggulan lainnya di daerah tertentu.

 

2.      Peran pemerintah dalam pembinaan jamaah pasca haji.

Peran pemerintah dalam pembinaan jamaah Apakah Haji dapat dilakukan melalui kerjasama dengan organisasi persaudaraan Haji antara lain:

a.       Mendorong dan membangkitkan kesadaran jamaah Paskah haji untuk membentuk kelompok dalam sebuah wadah yang menghimpun anggota dari mereka yang menunaikan ibadah haji.

b.      Melakukan pembinaan, penataan, penertiban dan pengembangan administrasi organisasi persaudaraan Haji secara profesional dan terpadu.

c.       Melakukan seminar tentang penyelenggaraan ibadah haji kerjasama penyelenggaraan pameran tentang haji, mudzakaro haji, penyelenggaraan pelatihan pembinaan jamaah pasca haji dan menyiapkan pedoman pembinaan jamaah pasca haji.

d.      Membuat program kegiatan keagamaan dan sosial di tengah-tengah masyarakat seperti membangun sarana peribadatan (masjid dan mushola).

e.       Program pendidikan antara lain membangun sarana pendidikan sekolah, tempat/sarana kursus manasik dan peragaan manasik haji.

f.       Membantu dan mendorong terbentuknya sarana komunikasi para hujjaj sebentar dulu dengan penerbitan Mass Media cetak maupun elektronik sebagai Wahana silaturahmi pada hujan dan jam Apakah haji.

g.      Membantu terbentuknya Majelis Taklim di kalangan jamaah Paskah Ajib dalam rangka meningkatkan iman dan taqwa, cool karimah, rumah tangga yang sakinah, membudayakan beramal saleh di tengah-tengah masyarakat.

h.      Mendorong adanya program intensifikasi kegiatan zakat infaq shodaqoh dan wakaf hal ini dimaksudkan menjadi acuan dalam merealisasikan peran serta jamaah pa haji sebagai aktualisasi haji yang mabrur

3.      Manfaat pembinaan jamaah pasca haji

Pembinaan jamaah pa haji selain bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai kemampuan Haji juga sangat bermanfaat bagi para anggotanya dan bagi masyarakat di lingkungannya antara lain:[1]

a.       Membangun hubungan silaturahmi antar alumni jamaah haji;

b.      Bertukar pikiran tentang ilmu pengetahuan dan pengalaman beribadah haji yang dapat dijadikan masukan bagi calon jamaah haji berikutnya.

c.       Memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam hal sosialisasi penyelenggaraan ibadah haji baik di tanah air maupun di Arab Saudi yang disampaikan kepada calon jamaah haji.

d.      Sebagai sarana dakwah untuk mengajak masyarakat melaksanakan ibadah haji, dapat mengetahui apa faedah dan manfaat yang didapat dalam ibadah haji. Syaikh razzaq al Badr mengungkapkan tentang manfaat dan hikmah ibadah haji dalam buku "durus aqdiyah mustafadah Minal hajj" bahwa haji itu ibarat madrasah/sekolah yang di dalamnya terdapat beberapa pelajaran berharga antara lain:

1)      Haji mendidik keimanan dan ketakwaan seseorang Mukmin menjadi lebih sempurna, meningkatkan rasa syukur dan bertaubat dari perbuatan dosa dan maksiat.

2)      Wukuf di Arafah sebagai gambaran pada masyarakat dimana semua manusia akan berkumpul di hadapan Allah SWT untuk menerima hasil amal perbuatannya.

3)      Pelaksanaan tawaf yang dilaksanakan 7 kali putaran dan sampai 7 kali perjalanan, sebagai bentuk ketaatan manusia kepada Allah sebagai Khalik yang menciptakan manusia melalui 7 proses kejadian/penciptaan.

4)      Melontar jamarat, sebagai bentuk pelajaran perlawanan terhadap setan yang selalu menggoda manusia.

5)      Pakaian ihram, memberikan pelajaran bahwa manusia dihadapan Allah SWT sama, tidak memandang pangkat jabatan, keturunan dan kekayaan, kecuali ketakwaannya.

6)      Pelaksanaan dam/kurban sebagai bentuk rasa solidaritas sosial dan kedermawanan.

4.      Pelestarian nilai-nilai kemabruran haji.

Sebagaimana disebutkan dalam hadis nabi Muhammad SAW riwayat Bukhari dan Muslim, bahwa Haji Mabrur tidak ada balasan lain baginya kecuali surga. kemabruran haji yang diraih pada saat melakukan ibadah haji sebagaimana dimaksud hadis tersebut tentu harus dilestarikan sampai dengan orang yang telah berhaji kembali ke tanah air bahkan selama hidupnya. diantara nilai-nilai kemabruran haji adalah:

 

a.       Menghindarkan perbuatan tercela dengan meningkatkan ketakwaan dan keimanan dengan mendirikan salat lima waktu tepat pada waktunya, membersihkan hartanya dengan berzakat, berpuasa pada bulan Ramadan, peduli dengan fakir miskin dan dhuafa mensyukuri nikmat serta membiasakan membasahi lisannya dengan berdzikir kepada Allah SWT.

b.      Meningkatkan habluminannas, dengan membangun komunikasi sosial/hubungan silaturahmi di antara mereka dan masyarakat sekitarnya sehingga terhindar dari sifat-sifat tercela.

c.       Komunikasi sosial dapat dibangun melalui ukhuwah Basyariah (hubungan kemanusiaan) sebagai makhluk sosial yang selalu cenderung hidup berkelompok/bermasyarakat.

d.      Ukhwah Wathoniyah (hubungan tanah air/negara) sebagai bangsa yang bersatu dan mencintai tanah airnya.

e.       Ukhuwah Islamiyah (hubungan persaudaraan sesama umat Islam) untuk membangun berbagai kepentingan umat Islam.

f.       Membangun kecerdasan spiritual kejernihan hati dan kejujuran, agar tidak mudah terjerumus pada perbuatan maksiat dan kezaliman yang merugikan orang lain. hujjatul Islam Imam Al Ghazali mengemukakan dalam kitab Ihya Ulumuddin dimana beliau membagi sifat manusia pada empat macam sifat yaitu manusia yang memiliki sifat subu'yah (buas), manusia yang memiliki sifat bahimiyyah (binatang), manusia memiliki sifat syaiton (syaiton), dan manusia yang memiliki sifat rabbaniyah (sifat yang terkait dengan sifat Tuhan).

5. Harmonisasi, yaitu mewujudkan dan menjaga kehidupan bermasyarakat yang harmonis di antara kelompok masyarakat yang lain dengan memanfaatkan pengalaman dan pengetahuannya, karena kita hidup bersama dengan berbagai suku bangsa, budaya dan agama yang berbeda-beda, sebagaimana nabi Muhammad Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadis sebagai berikut :

واذانزلطيبا وضعطيباواذاوضع آكل آكل اذاالموءمنان

(الحديث).يقطعلنالشجرةفرععلى

Artinya :

sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting) namun tidak membuatnya patah dan rusak. 

Dalam hadis lain juga dijelaskan bahwa ketika Rasulullah Saw mengutus Muadz bin Jabal, beliau berpesan ketika melepas pasukannya untuk menaklukkan bangsa Persia dengan pesan beliau :

ولا معيشتهمتفسدوا ولادينهم عليآحرارا اهم فاحربواهموارعو

(الحديث).معابدهم  ولامساكنهم 

 

Artinya : "Perangilah mereka kerena perlawanannya, dan biarkan mereka bebas (merdeka) dalam agamanya, jangan kalian rusak tatanan kehidupan mereka dan jangan pula kalian rusak temapt tinggal dan tempat ibadah mereka. "

Rasulullah Saw pengapresiasi atas perjuangan sorang sahabat yang tinggal menutp di suatu negara/wilayah yang bukan wilayah Islam, dengan menyatakan:

 (الحديث)منا آحق اللذينوهمحقوقهمعلىوقوموابالمعروف وهنوعاشر

Artinya : " Pergaulilah mereka dengan baik dan tegakkanlah hak-hak mereka (pajak dan kewajiban lainnya), karena mereka itu lebih berhak dari pada kami.



[1] Ditjen Bimas Islam dan Urs haji, ibid.


Sumber : Drs.H.Ahmad Kartono,Msi " Manajemen Operasional Penyelenggaraan Haji dan Umrah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lembaga Pengawas Penyelenggara Ibadah Haji

  1.       Pengawasan penyelenggaraan ibdah haji Secara umum pengawasan dapat diartikan sebagai car abagi suatu lembaga?organisai untuk ...