Sabtu, 03 Oktober 2020

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi.

 

PPIH Arab Saudi dibentuk dan diangkat oleh Menteri Agama berdasarkan perintah undang-undang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. PPIH terdiri dari pegawai negeri sipil Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, TNI/ Polri dan instansi/ lembaga terkait sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. PPIH dibantu oleh tenaga musim yang direkrut dari para mukimin Indonesia di Arab Saudi dan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah. PPIH sebagai penyelenggara ibadah haji yang bersifat kepanitiaan/adhock, dimana mereka bertugas hanya pada saat operasional musim haji tahun berjalan.

1.      Kedudukan Organisasi PPIH di Arab Saudi

Organisasi PPIH di Arab Saudi berkedudukan di jeddah dengan dipimpin oleh seorang Ketua dan para Wk Ketua, dan cakupan wilayah kerja PPIH adalah meliputi daerah kerja jeddah, Madinah, Mekkah dan Masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Adapun tugas yang diemban dan menjadi tanggung jawab PPIH di Arab Saudi adalah pelayanan terhadap jamaah haji Indonesia, baim pelayanan umum, pelayanan bimbingan ibadah, pelayanan kesehatan, dan pelayanan keamanan/ perlindungan.[1] Susunan organisasi PPIH di Arab Saudi adalah sebagai berikut:

a.       Pengarah                      : Menteri Agama RI.

b.      Penanggung Jawab    : Dirjen penyelenggaraan Haji dan Umrah;

c.       Koordinator            : Dubes RI di Riyadh Arab Saudi; Koordinator harian: Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jeddah;

d.      Ketua PPIH                   : Staf Teknis Haji I/Kabid Haji Jeddah;

e.       Wk ketua PPIH             : para pejabat eselon III Ditjen PHU;

f.       Kepala Daerah Kerja   : para pejabat eselon III/IV Kemenag; 

Jedah, Makkah, Madinah

g.      Para Kepala Seksi        : para pejabat eselon IV Kemenag dan Kemenkes:

h.      Para Kepala Sektor     : pegawai Kemenag & instansi terkait;

i.        Staf Daker/Sektor       : pegawai Kemenag/Kemenkes, mahasiswa dan mukimin di Arab Saudi.

Adapun tugas PPIH di Arab Saudi adalah merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, dan mengawasi seluruh pelayanan dan operasional penyelenggaraan haji di Arab Saudi meliputi:

a.       Memastikan kesiapan sarana administrasi, perizinan dan koordinasi dengan pihak Arab Saudi, baik di Jeddah, Madinah, Mekah dan Masya'ir (Arafah, Muzdalifah, Mina).

b.      Memastikan pemondokkan/hote ljamaah haji di Madinah dan di Makkah telah siap sesuai dengan kontrak sewa dengan pemilik yang telah disepakati

c.       Memastikan pelayanan dengan pihak maktab wukala, naqabah ammah lissayarat dan muassasah, Imigrasi dan Bea Cukai, pada saat jamaah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abd.Aziz Madinah dan Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

d.      Memastikan pelayanan dengan pihak pelayanan katering jamaah haji di bandara di madinah/mekah dan selama operasional haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armina)

e.       Memastikan pelayanan dengan pihak muasasah thawwafah dan maktab di Mekkah, muassasah Adilah dan majmuah di Madinah

f.       Melaksanakan koordinasi dengan pihak Kementerian haji di Jeddah dan cabang Kementerian haji di Madinah dan Mekkah, pihak Kementerian Kesehatan, baik di Jeddah, Madinah, maupun di Mekah.

g.      Melaksanakan koordinasi dengan pihak penerbangan Garuda dan Saudia Airline, otoritas bandara Jeddah ke bandara Madinah dan pihak Terminal hijrah terkait pelayanan jamaah haji.

2.      Untuk memudahkan pelaksanaan tugas di lapangan PPIH Arab Saudi terbagi dalam beberapa wilayah kerja yaitu:

 

a.       PPIH di Arab Saudi daerah kerja Jeddah

PPIH Arab Saudi daerah kerja (Daker) Jeddah dipimpin oleh seorang kepala daerah kerja, dibantu Sekretaris, Kepala seksi dan kepala sektor. PPIH daker Jeddah melaksanakan tugas pelayanan, pembinaan dan perlindungan kepada jamaah haji selama mereka berada di wilayah daerah kerja Jeddah, dengan tiga tahap:

1)      Pada saat jamaah tiba di bandara Jeddah jamaah haji Indonesia diberangkatkan dari embarkasi masing-masing dan tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter), didampingi oleh petugas haji yang menyertai jamaah yaitu TPHI,TPIHI,TKHI, dan TPHD/TKHD, dan ketua rombongan serta ketua regu. Kedatangan mereka ke Arab Saudi secara berurutan berdasarkan jadwal kloter yang telah ditentukan. Ketika mereka tiba di bandara maka PPIH daerah kerja Jeddah berkewajiban memberikan pelayanan meliputi:

a)      Penjemputan jamaah di bandara pada saat mereka tiba dan membantu proses pemeriksaan dokumen/paspor dan visa Haji serta pemeriksaan barang bagasi;

b)      Memberikan informasi kepada jamaah tentang tempat istirahat setelah mereka keluar dari pemeriksaan, dan bekerjasama dengan Pelaksanaan katering bandara untuk mendistribusikan katering kepada para jamaah.

c)      Menginformasikan kepada jamaah haji mengenai waktu salat tempat duduk, kamar mandi dan musholla

d)     Meminta data kedatangan jamaah meliputi, kloter/embarkasi, jumlah jamaah, jumlah petugas, jamaah sakit, dan lembar sobek Anda pilih yang harus diserahkan pada PPIH daker Jeddah

e)      Mengingatkan kepada petugas Haji dan jamaah tentang persiapan perjalanan selanjutnya, apa yang harus mereka Perhatikan dan dilakukan sehingga Tetap berjalan lancar, tertib dan aman.

f)        Jika jamaah haji tergabung dalam gelombang I, maka mereka akan meneruskan perjalanan ke Madinah dengan kendaraan bus yang telah disiapkan oleh pihak naqabah. Bagi jamaah yang tergabung dalam gelombang II, maka mereka akan diberangkatkan langsung menuju Makkah Al-Mukarramah. mereka sudah mandi, berpakaian ihram, shalat sunnat Ihram, dan niat ihram Haji atau umroh.

g)      Melayani jamaah sakit yang berobat atau jamaah yang tidak dapat meneruskan perjalanannya karena sakit harus dirujuk ke rumah sakit di Jeddah dipantau sampai sembuh dan meneruskan perjalanan ibadahnya.

h)      Menyelesaikan permasalahan yang timbul dan melaporkan pelayanan jamaah haji di bandara Jeddah kepada ketua PPIH di Arab Saudi.

2)      Pada saat jamaah Wukuf di Arafah

Pelaksanaan wukuf di Arafah bagi jamaah haji dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pelayanan jamaah haji pada saat wukuf di Arafah menjadi tanggung jawab PPIH daker Jeddah. oleh karena itu maka PPIH daker Jeddah sebagai Satgas Arafah, yakni selain memberikan pelayanan di bandara juga memberikan pelayanan di Arafah titik pelayanan jamaah di Arafah ketika mereka melakukan wukuf ada beberapa jenis pelayanan antara lain sebagai berikut:

 

a)      Memastikan tenda /tema yang akan ditempati jamaah telah disiapkan oleh muasasah thawwafah/ maktab yang bersangkutan, dengan dilengkapi karpet, WC, air pendingin /tempat wudhu dan mushola tempat wudhu dan mushola

b)      Berkoordinasi dengan pihak pelaksana katering, tentang persiapan dan pelaksanaan distribusi katering kepada jamaah pada setiap maktab

c)      Mengingatkan kepada petugas kloter untuk tetap memberikan pelayanan umum pelayanan kesehatan dan pelayanan bimbingan ibadah kepada jamaah nyaD. menginformasikan dan membantu tentang pelaksanaan wukuf kegiatan Wukuf, dan dzikir dan doa kepada para petugas Haji dan jamaah haji

d)     Menginformasikan dan membantu tentang pelaksanaan Wukuf, kegiatan wukuf,dan zikir dan do’a kepada para petugas haji dan jamaah haji

e)      Menginformasikan tentang waktu keberangkatan ke Mina untuk mabit, dan dikoordinasikan dengan pihak muasasah/mantap mengenai proses keberangkatan dan bus yang akan mengangkut mereka dari Arafah menuju ke Mina

f)       Membantu jamaah yang sedang antri menaiki bus untuk diberangkatkan ke Mina

g)      Melakukan sweeping cuma mengecek di masing-masing perkemahan/ tenda, agar tidak ada jamaah yang tertinggal.

 

3)      Pada saat jamaah akan kembali ke tanah air

Setelah jamaah selesai melaksanakan rangkaian kegiatan Ibadah (manasik haji Adapun proses pelayanan kepulangan jamaah di bandara Jeddah adalah sebagai berikut:

a)      Berkoordinasi dengan PPIH daker Makkah berkaitan dengan kepulangan jamaah di Bandara King Abdul Azis Jeddah meliputi jadwal keberangkatan dari Makkah, jumlah kloter/embarkasi jumlah bus dan nama syariah (perusahaan bus) rumah jumlah jamaah sakit pulang Dini, dan status Ibadah Haji Jamaah ybs (Apakah seluruh rukun dan wajib haji telah dilaksanakan)

b)      Memastikan keberangkatan jamaah dari Makkah langsung ke bandara Jeddah, atau ada kebijakan transit di hotel transito jeda, disesuaikan kebijakan pimpinan kementerian agama dalam hal ini Menteri Agama RI.

c)      Jika kebijakan Menteri Agama menyatakan bahwa kepulangan jamaah ke tanah air dari Maka langsung ke bandara Jeddah maka proses pelayanan kepulangan jamaah dikonsentrasikan di bandara.

d)     Menyambut, mengatur dan membantu jamaah yang baru tiba di bandara agar beristirahat berkoordinasi dengan pihak bandara dan penerbangan tentang kepastian keberangkatan dari bandara Jeddah menuju ke tanah air

e)      Membantu memberikan pelayanan, antara lain tentang Ketentuan batas maksimal barang bagasi air zam-zam, dan barang-barang terlarang dalam penerbangan.

f)       Mengingatkan kepada jamaah haji untuk memperhatikan dan menyiapkan dokumen/paspor dan buku kesehatan sebelum masuk dalam get/pintu masuk bendahara bandara.

g)      Membantu jamaah haji agar antri pemeriksaan imigrasi oleh petugas Arab Saudi.

h)      Menyelesaikan masalah yang timbul dan melaporkan kepada ketua PPIH tentang proses pengurusan kepulangan jamaah haji di bandara Jeddah baik Laporan harian mingguan dan laporan akhir pelaksanaan tugas PPIH daker Jeddah.

b.      PPIH di Arab Saudi daker kerja madinah

Sesuai wilayah tugas dan tanggung jawabnya PPIH daker Madinah melaksanakan tugas secara umum yaitu pembinaan/pembimbing bimbingan pelayanan dan perlindungan serta pengamanan kepada jamaah haji selama mereka berada di wilayah daerah kerja Madinah titik Madinah sebagaimana daker Jeddah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah kerja (kadaker) Komah dibantu Sekretaris, Kepala seksi dan delapan kepala sektor, yaitu Sektor 1 s.d 4 di wilayah Markaziah (pusat kota) tempat pemukiman jamaah, jarak dari Masjid Nabawi ke pemukiman jamaah/hotel lebih kurang 600 meter sektor 5 yaitu di bandara Amir Muhammad bin Abd. Aziz (AMA), sektor 6 di terminal hijrah, Sektor 7 di miqat bir ali/masjid miqat zulhulaifah, dansektor 8 adalah sektor mobil. Adapun tugas tugas pelayanan PPIH daker Madinah adalah sebagai berikut:

1)      Pelayanan jamaah haji gelombang I

Jamaah haji gelombang 1 adalah yang diberangkatkan dari tanah air langsung ke Madinah atau dari Jeddah meneruskan perjalanan ke Madinah sebelum tanggal 25 zulqadah mereka terlebih dahulu melaksanakan kegiatan di arah dan shalat Arbain selama 9 hari di Madinah Sebelum melaksanakan haji titik PPIH daker Madinah melaksanakan tugas pelayanan meliputi beberapa hal sbb:

a)      Pelayanan kedatangan jamaah haji di bandara Amir Muhammad bin Abd. Aziz (AMA), membantu dan mengarahkan jamaah antri pemeriksaan dokumen/paspor yang dilakukan oleh pihak imigrasi dan pihak Bea Cukai, serta pelayanan meliputi beberapa serta pelayanan oleh maktab wukala.

b)      Menginformasikan tentang keberangkatan dari bandara AMA ke pondokan/hotel di Madinah melalui petugas haji kloter dan para ketua regu dan ketua rombongan.

c)      Menaiki bus yang telah disiapkan oleh pihak maktab wukala/naqabah, dengan cara pembuangan untuk memudahkan penempatan mereka di kamar hotel.

d)     Membantu pihak majmua'ah dalam mengatur penempatan jamaah di kamar kamar hotel, dan mengingatkan jamaah agar tidak memasak nasi/air di kamar.

e)      Membantu petugas haji kloter (TPHI/TPIHI) untuk menandatangani Bayan Trhil (surat keterangan tgl kedatangan dan tgl yang meninggalkan Madinah) dan pelaksanaan shalat arba'in (shalat sunat 40 waktu) dalam masa kurang lebih 9 hari sama yang di makan oleh pihak majmua'ah/Muasasah.

f)       Membantu mengatur pelaksanaan ziarah di tempat-tempat bersejarah di kota Madinah yang telah ditentukan, berkoordinasi dengan majmu'ah dan ketua kloter serta para ketua rombongan dan ketua regu.

g)       Membantu mengatur pelaksanaan distribusi katering Jamaah Haji Komar berkoordinasi dengan pihak pelaksana faktor internal agar berjalan dengan tepat waktu, tertib dan lancar.

h)      Menginformasikan kepada jamaah haji melalui petugas Haji pelopor dan para ketua rombongan (jemaah haji gelombang I) agar sebelum berangkat ke matras harus sudah berpakaian ihram di pondokan terkirim Padahal sama akan tetapi berniat Ilhamnya di miqat bir Ali setelah melaksanakan shalat sunnah ihram.

i)        Mengatur dan membantu majmu'ah pada saat memberangkatkan jamaah menuju ke Mekkah, mengingatkan pengemudi agar sehingga/mampir ke masjid miqat bir Ali karena jamaah akan salat sunat Ihram dan berniat ihram di masjid miqat bir Ali.

j)        PHI Arab Saudi sektor bir Ali sama mengatur dan membantu jamaah haji yang tiba di Mekah untuk melaksanakan salat sunnah Ihram dan menuju ke Makkah al-mukaromah untuk melaksanakan ibadah haji.

k)      Menyelesaikan permasalahan yang timbul, baik Mas setelah jamaah wafat kehilangan barang dan lain-lain serta melaporkan kepada ketua PPIH Arab Saudi di jeda, baik Laporan harian laporan mingguan maupun laporan akhir pelaksanaan tugas pelayanan jamaah pada gelombang I di Madinah.

 

2)      Pelayanan Jamaah Haji Gelombang 2

 

PPIH Arab Saudi daker Madinah operasional pelayanan haji di Madinah gelombang 2, laksanakan pelayanan bagi jamaah yang tiba dari Mekah setelah mereka melaksanakan ibadah haji. Pelayanan yang diberikan kepada jamaah haji gelombang 2 sama dengan pelayanan jamaah ada gelombang 1, Jelaskan pada Point/ angka 1 sampai dengan angka 7 titik sedangkan pelayanan lainnya adalah:

a)      Mengatur dan membantu proses pemulangan ke tanah air melalui bandara AMA Madinah berkoordinasi dengan pihak bandara AMA, pihak penerbangan, muassasah Adila dan majmua'ah, serta Kementerian Haji cabang Madinah.

b)      Mengatur dan membantu proses penimbangan barang bagasi jamaah yang akan dibawa ke gudang bandara oleh pihak penerbangan.

c)      Menginformasikan kepada ketua kloter dan para ketua rombongan untuk mengecek kesiapan paspor jemaahnya tiga hari sebelum berangkat pulang menuju bandara AMA.

d)     Memberangkatkan jamaah dari pondok/hotel menuju bandara ama berkoordinasi dengan pihak penerbangan, majmua'ah dan muassasah Adilla.

e)      Menyelesaikan permasalahan yang timbul, baik masalah jamaah wafat kehilangan barang dan lain-lain, dan melaporkan kepada ketua PPIH Arab Saudi di Jeddah, baik Laporan harian, laporan mingguan dan laporan akhir pelaksanaan tugas pelayanan jamaah haji gelombang 2 di Madinah.

 

c.       PPIH di Arab Saudi daerah kerja Mekah.

PPIH daker Mekkah dipimpin oleh seorang kepala daerah kerja yang disebut kadaker, dibantu oleh seorang sekretaris, para kepala seksi dan para kepala sektor. Kegiatan pelayanan jamaah haji yang menjadi tugas dan tanggung jawab PPIH daerah kerja Makkah mencakup pembinaan /bimbingan, pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah haji selama mereka berada di tanah suci Makkah al-mukarramah. PPIH daker Makkah melaksanakan tugas pelayanan terhadap jamaah haji meliputi:

1)      Persiapan sarana dan prasarana administrasi, menyiapkan jadwal kedatangan dan pemulangan jamaah Haji Komar dan berkoordinasi dengan pemilik gedung/hotel tentang kesiapan akomodasi jamaah, serta berkoordinasi dengan masing-masing maktab sesuai jumlah kloter yang akan dilayani nya.

2)      Melaksanakan pengecekan gedung/hotel yang telah disiapkan pemiliknya, untuk memastikan kesiapan kebersihan gedung/hotel, lift, air, listrik dan kamar.

3)      Menyambut kedatangan jamaah dan membantu majmu'ah dalam pengaturan penempatan di gedung/hotel yang telah disiapkan berdasarkan hasil qur'ah dan jumlah pondokan di Mekah.

 

4)      Menyampaikan informasi kepada jamaah yang baru tiba di Mekah tentang beberapa hal, yaitu:

a)      Pelaksanaan umrah (thawaf Sa'i dan tahalul umroh) bagi jamaah yang mengambil haji tamattu', dan tawaf qudum bagi jamaah yang mengambil Haji Ifrad atau qiran.

b)      Transportasi salawat (bus angkutan jamaah dari pondokan/hotel ke Masjidil Haram PP dalam rangka salat lima waktu) bagi jamaah yang tinggal di wilayah berjarak lebih 2000 m dari Masjidil Haram.

c)      Memberikan penerangan tentang situasi dan kondisi Masjidil Haram dan sekitarnya, menjaga keutuhan regu dan rombongan, serta menjaga tata tertib dan berakhlakul karimah selama melaksanakan ibadah.

d)     Meminta laporan kepada ketua kloter tentang jumlah jamaah, jumlah petugas dan kondisi kesehatan jamaah, serta memberitahukan kantor PPIH daker Mekkah Balai Pengobatan haji Indonesia dan kantor sektor pelayanan yang membawahi kloter jamaah haji yang bersangkutan.

e)      Membantu pelayanan yang diberikan oleh maktab, meliputi pengumpulan dokumen/paspor jamaah, pelayanan bimbingan ibadah keamanan jamaah dan pengurusan jamaah sakit dan jamaah wafat.

f)       Melaksanakan pertemuan/rapat dengan para petugas haji kloter (TPHI, TPIHI, TKHI dan TPHD/TKHD, Karom dan Karu) mengenai persiapan dan pelaksanaan wukuf di Arafah Omah mabit di Muzdalifah dan Mina sistem pengangkutan jamaah dari pondokan/hotel Makkah ke Armina (Arafah rumah Muzdalifah dan Mina PP) serta berkoordinasi dengan pihak muassasah dan majmu'ah.

g)      Membantu muassasah dan maktab dalam mengatur keberangkatan jamaah dari masing-masing hotel/gedung karena setiap kloter hanya akan diberangkatkan melalui sistem taroddudi/ satel bus dengan dua kali (dua rit) untuk mengurangi kepadatan/kemacetan di jalan menuju Arafah.

h)      Memastikan seluruh jamaah telah diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf (termasuk jamaah sakit) yang diberangkatkan melalui tim khusus Safari Wukuf jamaah uzur/sakit.

i)        Membantu mengatur kedatangan jamaah yang tiba kembali dari Mina setelah menyelesaikan kegiatan ibadah selama di Armina, berkoordinasi dengan maktab dan petugas haji kloter.

j)        Mengingatkan kembali kepada petugas haji kloter terutama TPIHI agar jamaah setelah istirahat yang cukup baru melaksanakan tawaf ifadah (tawaf haji) dalam rangka tahallul tsani secara beregu dan berombongan.

k)      Menginformasikan kepada jamaah melalui petugas haji kloter bahwa kegiatan jamaah setelah Wukuf kemah kembali melaksanakan salat berjamaah di Masjidil Haram sebagaimana kegiatan sebelumnya, selama menunggu jadwal kepulangan ke tanah air bagi jamaah gelombang 1 melalui bandara Jeddah, dan berangkat ke Madinah bagi jamaah gelombang 2.

l)        Mengurus kepulangan jamaah sakit pulang Dini, jamaah yang masih dirawat di BPHI dan di RS Mekkah, jemaah wafat yang di badal hajikan, Certificate of Death (COD) jemaah wafat kemah dan surat keterangan kematian (SKK) untuk pengurusan santunan.

m)    Mengurus jamaah haji yang tersesat/kasar dan terpisah dari rombongan nya kumaha kehilangan barang uang, dokumen atau paspor.

n)      Menyiapkan dan memberangkatkan jamaah gelombang 1 ke Jeddah, dan bagi jamaah gelombang 2 ke Madinah sesuai jadwal kloter yang telah ditentukan berkoordinasi menyiapkan dan memberangkatkan jamaah gelombang 1 ke Jeddah, dan bagi jamaah gelombang 2 ke Madinah sesuai jadwal kloter yang telah ditentukan, berkoordinasi dengan muassasah, maktab, naqabah, dan PPIH Arab Saudi daker Jeddah dan Dakar Madinah

o)      Menyelesaikan masalah yang timbul dan melaporkan kepada ketua PPIH Arab Saudi di Jeddah, melalui Laporan harian, laporan mingguan dan laporan akhir pelaksanaan tugas PPIH daker Mekkah.

3.      Satuan tugas operasional arafah, muzdalifah, mina (Satop Armina)

Dalam rangka mewujudkan pelayanan jamaah selama operasional haji di Arafah Muzdalifah dan Mina, lebih kurang dalam masa 6 (enam) hari sejak tanggal 8 Dzulhijjah tanggal 13 Dzulhijjah maka yang bertanggung jawab memberikan pelayanan, bimbingan, perlindungan dan keamanan terhadap jemaah haji Indonesia adalah bpih di Arab Saudi yang melebur dalam satuan operasional atau yang disebut Satop armina. Satu Armina dipimpin oleh seorang ketua, dibantu wakil ketua sekretaris dan ketua satuan tugas (Satgas) Arafah, Satgas Muzdalifah dan Satgas Mina.

Pengangkatan personil untuk menduduki jabatan dalam satu Armina atas dasar pengarahan dan petunjuk Direktur Jenderal penyelenggaraan Haji dan umrah. sebagai ketua dan wakil ketua satu orang Minang adalah dua orang pejabat eselon III Ditjen PHU dan atau dari TNI/polri (wakil ketua PPIH Arab Saudi), sebagai sekretaris adalah salah seorang pejabat eselon IV dari Ditjen PHU, sebagai Ka Satgas Arafah adalah kadaker Jeddah, sebagai Ka satgas Muzdalifah adalah kadaker Mekah, dan sebagai ka satgas Nina adalah kadaker Madinah. Satuan tugas operasional Aminah terbagi dalam tiga wilayah pelayanan yaitu:

a.  Pelayanan jamaah haji di arafah

Pada saat pelaksanaan wukuf di Arafah semua personil PPIH daker Jeddah secara exoficio menjadi Satgas Arafah bertanggung jawab melayani, mengurus dan membantu jemaah haji selama mereka di Arafah.

1)      Sejak tanggal 8 julhijah saat kasarkah melakukan tugas mengatur dan membantu penempatan jamaah di kemah-kemah yang telah sesuai dengan nomor maktab dan kloter, berkoordinasi dengan pihak muassasah dan maktab.

2)      Mengatur kegiatan jamaah haji selama di Arafah, dan mulai jadwal kegiatan hukum salat berjamaah di perkemahan dzikir dan doa, dan sistem pendistribusian katering pada masing-masing kloter.

3)      Membantu kegiatan pelaksanaan wukuf di Arafah pada tanggal sembilan Dzulhijjah dimulai dengan khutbah Wukuf oleh seorang ulama, shalat zuhur berjamaah, membaca doa Wukuf dan berdzikir (baca Al-Qur'an, istighfar, tahlil, dan sholawat).

4)      Setelah selesai pelaksanaan wukuf yang berakhir pada waktu magrib Satgas Arafah menginformasikan tentang keberangkatan jamaah dari Arafah menuju ke Muzdalifah dilaksanakan setelah selesai salat Maghrib dan Isya jamak taqdim qashar.

5)      Mengatur dan membantu jemaah menaiki bus yang telah disiapkan secara rombongan dan kloternya dengan tertib.

6)      Satgas Arafah melakukan sweeping ke perkemahan jamaah setelah seluruh jamaah berangkat ke Muzdalifah rumah untuk membantu jemaah jika ada diantara mereka yang tertinggal atau tersesat.

7)      Menyelesaikan permasalahan yang timbul dan melaporkan kepada ketua satop Armina

 

b.      Pelayanan jamaah haji di Muzdalifah

Penanggung jawab pelayanan jamaah di Muzdalifah adalah satkes Muzdalifah secara ex-officio personilnya diangkat dari PPIH Arab Saudi daker Makkah, sebagai kasatgas Mustafa adalah kepala daerah kerja Makkah. Pelayanan jamaah di Muzdalifah meliputi beberapa hal antara lain:

1)      Mengatur dan membantu jemaah yang baru tiba di hari Arafah agar menempati area mabit (Tanah kosong yang memanjang tanpa ada perkemahan), area mabit telah ditentukan oleh muassasah bagi masing-masing jamaah dari berbagai negara.

2)      Menyampaikan informasi kepada jamaah agar tetap di tempat untuk melaksanakan mabit sampai dengan lewat tengah malam baru kemudian bergerak meninggalkan Muzdalifah menuju Minah

3)      Kegiatan jamaah di masjid Alifah melakukan mabit/singgah, mencari batu kerikil untuk melontar jumrah di mina, dan berzikir, baca Alquran, tahlil istighfar dan sholawat.

4)      Ketika sudah masuk waktu lewat tengah malam tanggal 10 julhijah, Satgas Muzdalifah segera berkoordinasi dengan pihak muasasah, maktab dan naqabah untuk melaksanakan pengangkutan jamaah dari Muzdalifah menuju ke Mina dengan sistem angkutan taroddudi, jamaah menaiki bus sesuai pengaturan yang ditentukan oleh pihak muassasah dan maktab.

5)      Satgas Muzdalifah memantau keberangkatan jamaah dari Muzdalifah sejak dimulai sampai dengan jamaah terakhir yang diberangkatkan dari Muzdalifah.

6)      Menyelesaikan permasalahan yang timbul dan melaporkan kepada kepala satop Armina.

 

c.       Pelayanan jamaah haji di Mina.

Pelayanan jamaah di mina menjadi tanggung jawab saat kasmina dimana personil Satgas Mina secara ex-officio terdiri dari PPIH Arab Saudi daker Madinah, dipimpin oleh Kepala Satgas yang bersangkutan juga sebagai kepala daerah kerja Madinah. Tugas pelayanan jamaah di mina dimulai sejak kedatangan jamaah dari Muzdalifah pada malam tanggal 10 Dzulhijjah (lewat tengah malam) sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah. Adapun jenis pelayanan satpas Mina adalah sebagai berikut:

1)      Membantu muassasah /maktab mengatur jamaah menempati kemah yang telah disediakan secara tertib sesuai dengan karakternya masing-masing

2)      Mengingatkan kepada petugas haji kloter (tphi dan tpihi) agar jamaah beristirahat yang cukup dan melaksanakan mabit (menginap), dan bagi jamaah yang akan melontar jumrah aqabah harus berpedoman pada jadwal melontar yang dikeluarkan oleh muassasah. Jamaah yang telah selesai melontar jumrah aqabah melakukan tahallul awal dan kembali ke perkemahan.

3)      Berkoordinasi dengan pihak pelaksana katering agar pendistribusian kantor yang dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati dengan misi haji indonesia

4)      Memberikan petunjuk jalan/arah yang menuju area jamarat (tempat pelontaran jamrah), mengingat perkemahan jamaah tidak berada dalam satu wilayah titik perkemahan jamaah sebagian besar di wilayah muaishim (1.k 3,5 km) dari jamarat, dan sebagian yang lain di wilayah perluasan mina/perbatasan muzdalifah yang jaraknya lebih kurang 7 km dari jamarat

5)      Memantau pelaksanaan pelantaran indomaret pada hari tasyrik tanggal 11-12-13 dzulhijjah di lantai satu s.d lantai 4, dan membantu/mengurus jamaah yang tersesat jalan/pulang dari arah jamarat menuju ke perkemahan.

6)      Melayani jemaah sakit yang akan berobat dan jamaah yang harus dirujuk ke rumah sakit, serta mengurus jamaah yang wafat.

7)      Berkoordinasi dengan muassasah/maktab agar menyiapkan kendaraan bus dan mengangkut jamaah yang nafar awal atau nafar stani untuk kembali ke maktab.

8)      Membantu jamaah menaiki bus untuk kembali ke pemondokan/hotel maka setelah selesai melaksanakan kegiatan ibadah/manasik di mina.

9)      Berkoordinasi dengan PPIH daker Mekkah untuk menerima jamaah yang kembali ke Mekah sesuai dengan pembentukan dan letaknya masing-masing.

10)  Selama di Mekkah sebelum kembali ke tanah air, PPIH daker Mekkah mengingatkan jamaah agar menyelesaikan manasik haji yang belum dilaksanakan seperti tawaf ifadah dan Sai tawaf Wada sebelum meninggalkan tanah Haram Mekah dan bagi jamaah yang Haji tamattu atau qiron belum membayar Dam agar mereka segera melaksanakannya.

11)  Menyelesaikan masalah yang timbul dan melaporkan kepada kepala satop Armina



[1] Ditjen PHU, Kementrian Agama RI, Haji Dari Masa ke Masa , Jakarta, 2012,h. 182


Sumber : Drs.H.Ahmad Kartono,Msi " Manajemen Operasional Penyelenggaraan Haji dan Umrah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lembaga Pengawas Penyelenggara Ibadah Haji

  1.       Pengawasan penyelenggaraan ibdah haji Secara umum pengawasan dapat diartikan sebagai car abagi suatu lembaga?organisai untuk ...