Peraturan Pemerintah Arab Saudi yang tertuang dalam Ta'limatul Hajj mengenai penyelenggaraan ibadah haji, sebagai berikut [1]
- Batas akhir kedatangan jemaah haji
jalur darat setiap akhir bulan zulqa 'dah, sedangkan Jemaah haji jalur
udara dan jalur laut batas akhir kedatangannya adalah tanggal 4 zulhijjah
- Batas akhir keberangkatan Jemaah
dari Jeddah keMadinah melalui jalur darat tgl. 26 Dzulqa'dah. Sedangkan
melalui jalur udara tgl 2 Dzulhijjah
- Batas akhir keberangkatan jemaah
dari Madianah ke Makkah melalui jalur darat tgl 5 Dzulhijjah, sedangkan melalui
jalur udara tgl 6 Dzulhijjah
- Batas akhir berlakunya visa dan
pemulangan haji jalur udara adalah akhia Dzulhijjah tgl 15 Muharram
- Pemulangan haji ke
masing-masing-masing negara, diatur sebagai berikut :
a.
Jamaah haji jalur udara
1)
Muassasah akan
memberangkatkan jemaah dari Makkah kejeddah (Bandara Raja Abd. Aziz)
sekurangnya 12 jam sebelum berangkat ke tanah udara, Petug sebagai Kementerian Haji akan mengecek surat
jawaban pemulangan yang ditanda tangani Muassasah sebelum bus transportasi
bertolak ke Jeddah.
2)
Bagi jemaah haji
yang ingin singgah di Madinatul Hujjaj Jeddah sebelum jadwal keberangkatanya ke
tanah udara, akan diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3)
Pihak penerbangan harus menyerahkan
daftar (manifes) Ke Kementerian Haji Cabang Jeddah dengan meminta paspor jemaah
untuk mendapatkan legalitas pemulangan.
4)
Perusahaan yang akan
mengangkut jemaah mutasi harus diserahkan paspor ybs ke Kementerian Haji Cabang
Jeddah untuk melakukan pengecekan sebab mutasi dan mengatur kepulangan.
5)
Jemaah haji yang
mutasi jalur kepulangannya hanya diizinkan melalui jalur udara atau laut, jika
percakapan dan kondisi memungkinkan.
nama jemaah
b.
Jemaah Haji Jalur
Laut:
1)
Bagi jemaah haji,
laut yang datang dari Madinah telah diterima di Madinatul Hujjaj / Jeddah
selambat-lambatnya 36 jam sebelum waktu kepulanganya. Sementara yang datang dari Makkah paling
lambat 24 jam sebelum kepulanganya.
2)
Bagi jemaah yang
akan menginap di Madinatul Hujjaj membayarbiaya sebesar 80 Riyal ke Kantor Ain
Aziziah.
3)
Transportasi, barang
dan paspor akan diurus lebih lanjut oleh Maktab Wukala Muwahhad.
4)
Maktab Wukala
Muwahhad akan berkordinasi dengan perusahaan angkutan laut dan membuat jemaah
haji nyata.
5)
Kantor Urusan Haji
di Madinatui Hujjaj Jeddah melakukan mpengawasan proses pengangkutan jemaah dan
barang setelah kapal laut bebar-benar-benar telah disiapkan untuk dinaiki
jemaah haji tersebut
c.
Jemaah haji jalur
darat
1)
Jemaah haji, dapat
dipindahkan, makkah, paling cepat, 5 Muharram sesuai permintaan, 7 menanyakan
sistem pengangkutan jemaah liaji dari
Arab Saudi dan pemulangannya ke negara lain.
2)
Kendaraan yang
mengangkut jemaah haji jalur darat yang diminta melewati pusat-pusat pengawasan
pemberangkatan yang terletak
di pintu gerbang kota Makkah untuk pencatatan nama-nama jemaah yang bersangkutan.
3)
Di Pintu-pintu
gerbang kota Makkah, para pengawas yang menanggung di bawah Kementerian Haji
akan memberikan surat izin bagi kendaraan jamaah haji jalur darat untuk
berangkat ke negara asal mereka setelah dilakukan pengecekan hal-hal yang
sesuai sesuai yang berlaku.
- Sistem pemulangan haji di bandara
Jeddah dan Madinah
a.
Pemulangan haji
udara.
Proses kepulangan
jamaah bandara KAIA Jeddah dan Amir Muhammad Madinah diatur oleh pihak
Muassasah sesuai dengan waktu yang tertera di tiket pesawat dan sekurang-waktu
dalam waktu 12 jam sebelum lepas landas jamaah haji sudah siap. Bagi jamaah yang telah tiba tiba untuk pulang
segera diberangkatkan ke bandara. Sedangkan untuk jamaah yang ingin singgah
(transit) Madinatul Hujjah / hotel di Jeddah akan diatur sesuai dengan yang
berlaku.
b.
Pemulangan haji
jalur laut.
Jamaah haji meninggalkan Mekah menuju Jeddah
setelah adanya pengumuman resmi Bebas Penyakit Menular (I'lan Al-Nadzofah) dari
kementerian Kesehatan Arab Saudi. Bagi
jamaah haji laut yang datang dari Madinah paling lambat 6 jam sebelum
kepulangnnya sudah tiba di Jeddah. Sementara
jamaah haji laut yang datang dari Makkah paling lambat 24 jam sudah tiba di
Jeddah.
c.
Pemulangan haji
jalur darat.
Jamaah haji jalur darat meninggalkan Makkah
paling lambat tanggal 15 Muharram dan setelah diumumkan resmi bebas dari penyakit
menular. Kendaraan yang membawa jamaah
haji jalur darat tidak diizinkan
pindah dari satu kota ke kota yang lain, kecuali ada izin dari Kementerian Haji cabang Makkah
atau Madinah.Semua kendaraan
pengangkut jamaah haji jalur transportasi yang diminta pos-pos pengawasan yang terletak di pintu gerbang kota Makkah.
[1] Ditjen
PHU,Terjamahan Ta’limatul Hajj,Jakarta,2009,h 28-29
Sumber : Drs.H.Ahmad Kartono,Msi " Manajemen Operasional Penyelenggaraan Haji dan Umrah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar