Kamis, 01 Oktober 2020

Dasar Penyelenggaraan Ibadah Haji

  Berdasarkan Al-Qur’an .

Perintah melaksanakan haji dan umrah bersumber dari al-qur’an yang kemudian dijelaskan oleh hadist nabi Muhammad Saw,keduanya merupakan dasar dan landasan hokum bagi terlaksananya penyelenggaraan ibadah haji.Karena di dalam al-quran dan al-hadist secara jelas mengatur tentang waktu pelaksanaan ibadah haji dan umrah,hokum haji dan umrah,siapa yang berkewajiban Haji/Umrah,dan tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah.Sehingga dengan demikian makasesungguhnya al-qu’an dan al-hadist mengatur regulasi penyelenggara haji dan umrah.Untuk mengetahui lebih jelas,berikut ayat-ayat al qur-an dan al-hadist yang berkaitan dengan haji dan umrah sebagai berikut :[1]

a.       Surah Al Hajj ayat 27 dan 28 :

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ. لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ....(27-28)

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji,niscaya mereka akan dating kepadamu bdengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang dating dari segenbap penjuru yang jauh,supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan”

b.      Surah Ali Imran ayat 97 :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ.

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

c.       Surah Al Baqarah ayat 196

 

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ.

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya”

 

d.      Surah Al Baqarah ayat 197 :

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ.

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”

e.       Surah Al Baqarah ayat 198

 

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

Maka apabila kamu telah bertolak dari 'Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”

 

f.       Surah Al Baqarah ayat 203

 

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ....

" Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa”

2.      Berdasarkan hadist Nabi Saw,antara lain :

a.       Hadist Riwayat Bukhori Muslim :[2]

يايهااالناس ان الله كتب عليكم الحج فحجوا .قال رجل اكل عام يارسول الله ؟ قال رسولالله صلى الله عليه وسلم لو قلت نعم لو جبت وما استطعتم.الحج مرة وما زاد فهو تطوع (آخر مسلم).

“Wahai manusia,Sesunggunya Allah telah mewajibkan haji kepada kalian,maka laksanakanlah.Seorang laki-laki bertanya : apakah setiap tahun wahai Rasulullah ? Rasulullah saw menjawab : Sekiranya saya mengatakan “ya” maka harus dilaksanakan dan kalian telah memiliki kemampuan (istatho’ah).Haji diwajibkan sekali,dan haji yang dilaksanakan lebih (lebih dari sekali) adalah sunat” (H.R.Muslim)

b.      Hadist Riwayat Bukhroriu dan Muslim :

بني الاسلام على خمس شهادة ان لااله اله الا الله وان محمدا عبده ورسوله,واقام الصلاة وابتاءالزاة وصوم رمدان وحج بيت الله الحرم من استطاع اليه سبيلا.(رواه البخارى ومسلم).

“Islam dibangun atas lima rukun/pondasi yaitu : bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Sesungguhnya Muhammad adalalah hamba dan Utusan-nya,mendirikan salat,menunaikan Zakat,berpuasa di bulan Ramdhan,dan melaksanakan haji di Baitullah Al Haram bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah”

c.       Hadist Riwayat Ahmad dan Abul Qasim Al-Asfihany :

تعجلوا الى الحج يعني الفريضة فلءن احدكم لا يدر ما يعرى ما يعرض له (رواه احمد وابو القاسم عن ابن عباس)

“Bersegeralah melaksanakan haji (haji wajib),karena sesungguhnya kalian tidak mengetahi sesuatu yang akan menghalanginya” (H.R Ahmad Abu Qasim dari Ibnu Abbas).

d.      Hadist Riwayat Saide bin Mansur,Ahmad,Abu Ya’la dan Al-Baihaqi[3]

من لم يحبسه مرض او حاجة ظاهرة مشقة او سلطان جائر ة  فلم يحج فليمت ان شاء يهودناوان شاء نصرانيا (رواه سعيد بن منسور وابو يعلى والبيهقي عن ابي امامة)

“ Barang siapa yang tidak menderita sakit,tidak memiliki kebutuhan yang mendesak,tidak memiliki kesulitan atau tidak ada halangan dari penguasa yang zalim,tetapi tidak berhaji maka dia akan mati dalam keadaan yahudi atau Nasrani”.

e.      Hadis Riwayat Muslim

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم خزوا عني منا سككم فلعلي لا القاكم بعد عامي هذا ( رواه مسلم )

“Rasulullah saw bersabda : Ambilah dari aku tatacara ibadah haji kalian (Manasik Haji),barangkali aku tidak berjumpa lagi dengan kalian setelah tahun ini”

f.       Hadist Riwayat Ibnu Majah :

عن عائشة قالت : يارسولالله هل على النساء جهاد ؟ قال نعم جهاد لا قتال فيه : الحج والعمرة (رواه ابن ماجه )

“Dari Aisyah r.a dia bertanya kepada Rasulullah : Apakah wanita wajib berjihad ? Beliau menjawab : Ya,Jihad yang tidak melalui peperangan yaitu haji dan umrah”.

g.      Hadist Riwayat Tabrani :

ان النبي صلى الله عليه وسلم فسر الآ شهر المعلومت في الاية فقال : هي شو ال وذو القعدة وذو الحجة (رواه الطابر ابى )

“ Sesungguhnya Rasulullah saw menjelaskan bahwa bulan-bulan haji yang dimaksud dalam ayat Al Quran adalah : bulan syawawal,zulqa’ dan zulhajjah”.[4]

3.      Berdasarkan Kebijakan Pemerintah Arab Saudi (Ta’limatul Hajj)[5]

a.       Pemerintah Arab Saudi berkewajiban merumuskan dan Menyiapkan perarturan penyelenggaraan haji dan umrah sevcara komprihenship dan mengendalikan dalam melaksanakan operasional penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

b.      Pelaksanaan Teknis operasional penyelenggaraan ibadah Haji/Umrah di lapangan (sebagai operator) adalah pihak swasta yang ditunjuk oleh Kementrian haji Arab Saudi dan harus berkoordinasi dengan instansi lain yang terkait.

c.       Pihak Swasta sebagai operator penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi :

1)      Maktab Wukala Muwahhad,Melaksanakan pelayanan kedatangan dan pemulangan jamaah haji/jamaah umrah,baik melalui jalan darat,laut mapupun udara.

2)      Naqabah Ammah Lissayarat,melaksanakan pelayanan angkutan darat (bus antar kota perhajian & di masya’ir) bekerjasama dengan Syarikah al-Naql (perusahaan angkutan darat)

3)      Muassasah Adillah,melaksanakan pelayanan jamaah di Madinah baik pelayanan umum,pelayanan kesehatan,pelayanan ibadah/ziarah dan pengamanan Jemaah haji.

4)      Muassasah Tawwafah,melaksanakan pelayanan jamaah selama di Makkah,dan pada saat operasional kegiatan jamaah di Arafah,Muzdalifah dan Mina (Armina).

5)      Maktab Zamzimah,melaksanakan pelayanan dan distribusi air zamzam kepada jamaah haji di pintu-pintu masuk tanah haram Makkah-madinah dan di Pemondokkan jamaah haji.

4.      Berdasarkan kebijakan pemerintah Indonesia.[6]

a.       Penyelenggara ibadah haji dan umrah di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor : 13 Tahun 2008,Peraturan pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 79 Tahun 2012,Keputusan Presiden (Keppres),Peraturan Presiden (Perpres),dan Peraturan/Keputusan Mentri Agama (PMA/KMA)

b.      Pemerintah selain regulator,juga sebagai operator penyelenggaraan ibadah haji untuk melaksanakan amanat UU 13 Tahun 2008 yang bertujuan memberikan pembinaan,pelayanan dan perlindungan kepada jamaah haji.Kecuali operasional penyelenggaraan ibadah haji khusus dilaksanakan oleh Pihak Swasta dalam hal ini penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

c.       Keputusan Mentri Agama Nomor 371 tahun 2002 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah,yang telah beberapa kali diubah dan terakhir keputusan Mentri Agama Nomor 396 tahun 2003.Pokok pokok penyelenggaraan ibadah haji yang tertuang dalam keputusan Mentri Agama Nomor 396 tahun 2003 tersebut meliputi beberapa hal,yaitu :

1)    Penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan berdasarkan asas keadilan,professionalitas,dan akuntabilitas dengan prinsip nirbala (pasal 2);

2)    Penyelenggara ibadah haji bertujuan membina,melayani dan melindungi jamaah haji sehingga dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam (pasal 3)

3)      Penyelenggaraan Ibadah haji merupakan tugas nasional dan menjadi tanggung jawab Pemerintah (pasal 8)

4)      Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan,dan perlindungan dengan menyediakan layanan adminstrasi, bimbingan ibadah, akomodasi, transportasi, palayanan kesehatan, kemamanan, dan hal hal lain yang diperlukan oleh jamaah haji (pasal 6)

5) Keterlibatan masyarakat diwakili oleh penyelenggara Ibadah haji Khusus (PIHK),Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU),dan kelompok bimbingan Ibadah Haji (KBIH);

6) Pengawasan politis oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dan pengawasan penyelenggara oleh Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPIH).

d.      Pembinaan, pelayanan dan perlindungan dimaksud menyangkut beberapa hal, antara lain tentang :

1)      Kuota Haji,pendaftaran dan pelunasan BPIH;

2)      Penbgelolah Keuangan Haji,Dana Abadi Umat (DAU)

3)      Pembinaan Jamaah haji,petugas Haji,PIHK,PPIU,KBIH dan IPHI;

4)      Pengasramaan, Pemberangkatan/pemulangan, dokumen haji (paspor dan visa haji) serta penerbangan haji;

5)      Pemondokan, transportsi dan catering di Arab Saudi;

6)      Perlindungan dan pengawasan,meliputi :

a)      Kepastian keberangkatan dan pemulangan, kepastian mendapatkan pelayanan akomodasi, catering, transportasi, pelayanan kesehatan, bimbingan ibadah, identitas jamaah dan asuransi,

b)      Pengawasan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan oelh beberapa lembaga/instansi seperti KPIH (KOmisi Pengawas Haji Indonesia), DPR, BPK, KPK, BPKP dan Inspektorat Jendral Kementrian Agama.



[1] Departemen Agama RI,Al Quran dan Tafsirnya,Proyek Pengadaan Kitab Suci Al- Qur’an,Jakarta 1997/1998

[2] Dr.Wahbah Zulaily,al-Fiqhu al-islami wa adillatuhu,Dar al fikri,Damaskus-Libnan,1996,h 14

[3] Husen bin Muhammad Sa’id bin Abdulghani al-Makky al-Hanafi Irsyad Ussari ila Manasik al-Mula ‘ala al-Qari,al-Maktabah al-imdadiah,Makkah al-Mukarramah,1430 H-2009 M.

[4] Saleh bin Fauzan al-Fauzan,Darus wa Fatwa al-Hajj,Daru al-Qasim,al-Riyad,1429 H,h 77.

[5] Kementrian Agama RI,Ditjen Penyelenggaraan Hajji dan UMrah,Ta’limatul Hajj (terjamahan),Jakarta,2009

[6] Kementrian Agama RI,Ditjen PHU,Peraturan ttg Penyelenggara Ibadah Haji,Jakarta 2012



Sumber : Drs.H.Ahmad Kartono "Manajemen Operasional Penyelenggaraan Haji dan Umrah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lembaga Pengawas Penyelenggara Ibadah Haji

  1.       Pengawasan penyelenggaraan ibdah haji Secara umum pengawasan dapat diartikan sebagai car abagi suatu lembaga?organisai untuk ...